Bagaimanakah cara menjadikan para hamba Allah bersaudara?

Judul di atas adalah pertanyaan yang mengetuk dan membuat gelisah  hati danpikiran saya. ketika sya selesai mendengarkan  sebuah khotbah  Jum’at dari seorang Ustdaz yang saya tidak mengenalnya  namun mengerti wajahnya. Isi cermah yang dia sampaikan mengenai cara menjalin Ukhuwah Al-Islamiyyah (Persaudaraan Islam0. Dia mendasarkan pada sebuah dalil atau argumentasi dari hadits Nabawi yang berbunyi :

Kuunuu ‘Ibadallahi  Ihwaanaa (Rawahu Ahmad)

Artinya : Jadilah kalina para hamba Allah yang bersaudara (H.R Ahmad).

Dalam redaksi tersebut,  memiliki satu pesan penting, yaitu : ajakan atau perintah untuk bersaudara sesama muslim yang merasa diri mereka sebagai hamba Allah. Namun pada kenyataannya , untuk mengaplikasikan ataua mengamalkan hadits ini,  Kita semua termasuk penulis mersakan kesulitan dan berat, dimana ummat Islam sudah terkotak-kotak dan terpecah-pecah dalam madzhab-madzhab 9 sekte-sekte) dan firqoh-firqoh (golongan-golongan) yang berbeda-beda. Hal tersebut memang termasuk penyakit ynag menimpa kaum muslimin pada dewasa ini. Rasulullah Shallahu ‘Alahi Wassalam  sendiri telah meprediksikan gejal ini sejak 15 abad yang lalu. Di negara ini, sedang memasuki masa-masa kampanye, puluhan partai politik saling mempromosikan dirinya lewat media massa demi meraih pendukung dan suara di pemilu nanti.Efeknya, sesama saudara muslim saling bermusuhan demi membela parpol, caleg atau capres yang mereka idolakan. Fenomena ini sungguh ironis, lalu bagaimana langkah yang harus diambil agar mereka (sesama muslim) kembali bersatu dan bersaudara ? Pertanyaan ini mungkin sulit dilaksnakan dalam situasi dan kondisi semacam ini. Namun ini adalah sebuah harapan yang selalu didambakan kita semua. entah kapan akan terwujud ? Hanya Allah yang mengetahuinya. Semoga harapan tersebut dapat terwujudkan dlam jangka waktu yang dekat. Kemudian bagaimana cara menjadikan para hamba Allah bersaudara?  Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam telah meberikan sebuah resep yang cukup manjur, jika kita mau melaksankannya, yaitu : sebuah hadits Nabawi yang artinya :

“Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada 6 (enam

), yaitu : 1. Apabila salingbertemu, mengucapkan salam, 2. Apabila diundang, mau menjawab, 3. Apabila meminta sebuah nasehat, dia mau memberikan nasihat kepadanya, 4. Apabila dia sedang bersin, kemudian mengucapkan kalimt Hamdalah (Alhamdulillah ), maka dijawab dengan ucapan : Yarhamukallahu , 5. Apabila dia sakit , maka menjenguknya, 6. Apabila meninggal dunia, maka mensholati, mengantar dan menguburkannya.

Keenam hak tersebut merupakan sebuah hal yang kelihatannya mudah dan sepele,  Namun jika dilaksnakan kadang kala terasa sulit atau berat bagi kita. Jika hak-hak tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka perpecahan dan kebencian diantara kita dapat diminimalisir (diperkecilkan) dan akhirnya dapat diredam. Semoga kita dapat mendapat petunjuk untuk melaksanakan keenam hak tersebut.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: