Jangan Jadi Orang Yang Nyebelin Yach !!!

Sampul Depan:

Seri Pembersihan Jiwa (2)

Penulis : Cak Al (Gus Alwy Muhammad)

Editor: Mas Hif/Muhim Haquni

Jangan Jadi Orang yang Nyebelin Yach..!!!

DCP Makkah Al-Mukarromah

Hal I

بسم الله الرحمن الرحيم

Hal II

Sama seperti sampul depan

Hal III

Hak cipta, tahun terbit, cetakan, dll

Hal IV


وإذا كانت النفوس كبارا # تعبت في مادها الأجسام [أبو طيب المتنبي]

Hal V

Tuk mereka-mereka yang kucintai

Hal VI

Pembukaan DCP

Hal VIII

Muqoddimah

Hal X

Daftar Isi


Isi buku ini

Hal terakhir

Lebih Dekat lagi Neeh

Sampul Belakang:

(Beri kata-kata ini):

“Adakalanya, sesuatu yang terjadi di hadapan kita, adalah justru merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga, yang tidak bisa kita ketemukan di kitab manapun” [Ibnu Imron Al-Adzro’iy]

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Alloh, sholawat salam semoga tercurahkan selalu pada baginda Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam juga keluarga dan segenap sohabatnya, serta siapapun yang mengikuti jejak langkah mereka sampai hari akhir nanti.

Dan setelah itu:

Sebenarnya, buku yang hadir di hadapan antum kali ini, adalah sekuel (lanjutan) dari seri pembersihan jiwa, bukuku sebelumnya, Bengkel Jiwa. Yach dengan kata lain, melanjutkan sukses.

Makanya, tetap kugunakan bahasa gaul, karena lebih meremaja, juga lebih mengena di hati kita, dus tidak terlalu terkesan menggurui. Yang pasti juga, santai, nggak tegang-tegang amat.

Hanya saja bahasan dalam bukuku yang kali ini, lebih spesifik. Juga tidak kugunakan banyak Maroji’/bibliografi sebagaimana Bengkel Jiwa. Cuma satu kitab yang kugunakan sebagai acuan, Akhbar As-Tsuqolaa` wal Mustatsqiliin, tulisan Syekh Muhammad Azzamzamy, dan… dari pengalaman kehidupan.

Judulnya pun nggak jauh amat dari arti kitab itu : Jangan Jadi Orang Nyebelin Yach. Santai banget kan?!

Inti tetap, pembersihan hati, cara menyikapi hidup serta menghadapinya.

Yach… dikatakan karangan murni nggak bisa, terjemahan juga nggak sempurna. Pokoknya tulisan lah, yang penting berguna, iya nggak?!

Proses Kreatif Buku ini

Awalnya sih nggak ada niatan apa-apa, Cuma corat-coret sekedar iseng daripada nganggur gitu, mau ta` kirimkan ke Dliya`, eh nggak tahunya keterusan, ya udah, bismillah, pikirku. Tentu saja juga karena ada hal-hal khusus yang nggak bisa kuungkapin di sini.

Dan buku ini, kugoreskan tepat saat haul, 1 tahun wafatnya Guru Besarku, yang mendidik kami makna kehidupan yang sebenarnya. Al-Quthb Al-Abbasiy Al-Imam Al-Arif Billah Assayyid Muhammad Alawy Al-Maliky, buku ini pun juga kupersembahkan untuk beliau dan Guruku kini, putra beliau Al-Imam Assayyid Ahmad Muhammad Al-Maliky.

Sebentar memang aku pribadi merasakan didikan langsung tangan dingin beliau, 6 bulan, namun justru dari kesejenakan barokah itu kudapatkan sesuatu yang sangat besar yang sangat luar biasa, Alhamdulillah Maa Sya Alloh Laa quwwata illa billah.

Dan sebagaimana kaidah kehidupan, sunnatulloh di muka bumi ini, wa maa yalil mudlofa ya’ti kholafa, segala sesuatu yang hilang pasti ada penggantinya, maka begitu pula beliau, kini putra beliaulah yang mengganti, sebagai Guru Besar kami, dengan manhaj dan sistem yang sama, dan sesuai dengan masa kini tentunya, sebuah nikmat agung yang tentu harus aku syukuri.

Lalu, semoga buku kecil dan tipis ini bisa kita ambil manfaatnya (khususnya diriku pribadi) dan semoga penulisannya hanya karena-Nya Ta’ala saja dan berpahala.

Kemudian… selamat membaca… temukan mutiara dalam buku ini, bi idznillah.

Penulis

Maktabah (Perpustakaan) Ribath Maliky

Makkah Al-Mukarromah

22 Romadlon 1426 H, Selasa dini hari

SEDIKIT TENTANG KEHIDUPAN

Hidup itu unik n` asyik, apalagi jika kita tahu makna kehidupan, kayak apapun keadaan kita, pasti deh bisa menikmatinya.

Dan kehidupan yang asyik itu bukan “muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga“, iya, dunianya mbahmu kalo itu, he..he… namun kehidupan yang benar-benar terlewati dengan penuh arti, penuh makna dan semua bernilai ibadah, dalam tiap kedipan dan hembusan nafas.

Sebab kita diciptakan tuk beribadah pada-Nya. So semuanya harus mengandung nilai ibadah, mulai hal-hal sepele sampe hal-hal sepolo.

Jangan terjebak pemikiran sekuler dan liberal lho, yang memisahkan agama dari kehidupan. Justru ia harus selalu sejalan dan sesuai dengan tatanan yang digariskan agama, agar seimbang dan tidak goncang. Jadi agama tu bukan hanya sholat di Masjid, puasa Romadlon, zakat (fitrah) atau haji doang. Kalo cuman itu, sempit sekali pikiran kita tentang agama. Sebab – katanya orang pinter – agama tu harus mencakup semua aspek/sisi kehidupan. Tentu klo emang jiwa kita ingin bahagia dan ga’ garing.

Itu tadi klo kita bicara tentang kehidupan. Nah, dalam hidup ini juga, kita ga sendirian, kita harus interaksi dan bertemu dengan makhluk-makhluk laen. Sesama kita, kucing, kambing (he…he…he…)

Dan orang itu macem-macem, ada yang pribadinya nyenengin, biasa-biasa, ada juga yang ngeselin n` nyebelin. Ini juga pengaruh lho ke penilaian hidup kita di dunia ini sebagai bekal di hari akhir kelak. Istilah gurun pasirnya, Al-Huquq bainal insan, ato Haqqul Adamiy.

Klo lihat orang yang nyenengin, hati kita bahagia, dan itu pahala, begitu juga orang yang buat seneng orang lain, idkholus surur, ada pahala sendiri. Klo ketemu orang biasa-biasa, ya wajar saja, ga ada apa-apa maksudnya, kehidupan masih relatif tenang.

Nah, sekarang, gimana klo kita ketemu orang yang nyebelin?

Mangkel n` ga seneng bukan? Itu yang pertama, klo kita bisa nahan diri sih enak, kalo sampe nggunjingin? Dosa satu, itu yang kedua, tul?

Ato jangan-jangan malah kita sendiri yang justru jadi orang yang suka buat orang lain sebel? Idiiiih….amit-amit, na’udzu billah deh. Berapa malah dosanya, mana klo cengkal (nggak bisa dibilangi) lagi.

So, sebagaimana kita ga’ seneng ada orang lain ngelakuin sesuatu yang nyebelin, maka kita juga jangan gawe perbuatan yang membuat orang lain sebel ke kita.

Bingung? Sebagaimana kita benci ada orang nyolong, maka kita sendiri jangan nyolong, faham kan?

Nah, gimana tuh ciri-ciri dan kelakuan orang yang nyebelin?

Perlu baca buku ini, biar kita nggak ngelakuin hal-hal yang orang lain sebel. Atau seumpama tanda-tanda tersebut ada pada diri kita, kita bisa ngilangin dan menghindarinya.

Alhasil, kita bisa muhasabah,introspeksi, nggrabak jithok, menyadari kesalahan pada diri kita, tuk lantas kita perbaiki.

PENYEBAB UTAMA JADI ORANG NYEBELIN

Sifat nyebelin itu munculnya dai satu sumber, ketidak mengertian atau bahasa kasarnya, kebodohan.

So, orang yang nyebelin tuh (sebenarnya) bodoh, karena itu, biasanya kita lihat dia tuh enjoy-enjoy aja nglakonin hal-hal yang nyebelin, padahal nyalahin tata krama, adat istiadat, anggah-ungguh, bahkan agama! Nggregetin ati nggak kira-kira?!

Dan sifat nyebelin tuh terapinya adalah hanya dengan belajar serta mempraktekkan akhlak. Dari sini, bisa kita temukan, banyak orang yang ilmunya seabreg, umum ataupun agama, tapi karena ga diisi ilmu akhlaq, sopan santun, berlaku nyebelin, istilah kasarnya, pinter tapi goblok, he..he…he…

Klo orang yang bodoh ilmu, ga pernah belajar, tapi nyebelin itu sih masih mending. Lha ini, pinter kok nyebelin? Itu sama aja dengan goblok kuadrat, atau jahal murokkab, jadi konconya Abu Jahal, sebab konon doi orangnya pinter, tapi karena dengki dengan Rosululloh Shallahu ‘Alaihi Wassalam dan Islam, maka dia jadi orang bodoh yang suka berbuat nyebelin n` ngeselin orang-orang islam.

Salah-salah orang nyebelin jadi GR, gendheng ra kroso, he..he…

Nah, seumpama tidak karena kebodohan yang nutupi akalnya, juga ngrungkepin perasaannya, maka seseorang tersebut tak akan rela jika dirinya memiliki sifat yang berhubungan dengan hal-hal yang nyebelin, iya nggak?

Ada sebuah perkataan berbunyi “Al-mu’min kayyis fathin“, orang mu’min tuh cerdas, pinter n` tanggap. Dan sikap nyebelin itu muncul karena kurangnya kepekaan terhadap keadaan sekitar, maa fii dzauq, nggak punya perasaan.

Maka dari itu, keimanan sudah seharusnya menjadikan pemiliknya cerdas dan tanggap, karena imanlah yang menahan pemiliknya dari segala perkara yang dikecam.

Dan sifat nyebelin adalah termasuh hal yang dikecam (bikin orang nggunjingin orang aja) yang tak bisa dilacak kecuali oleh orang yang tanggap yang mau menggunakan ketanggapannya.

Klo orang yang nyebelin? Tahu sendiri deh jawabannya.

Sebab khusus penyebab orang jadi nyebelin

Namun di sana (di samping karena tidak punya kepekaan), setidaknya ada dua sebab khusus yang njadiin orang punya sifat nyebelin.

Apaan tuh?

Kata Ibn Hibban di bukunya, Roudlotil Uqolaa` :

  1. Maksiat (berbuat dosa)

Dengan kata lain, pelanggaran terhadap hal-hal yang dilarang Alloh n` Rosulnya.

Lho kok? Iya, sebab orang yang melanggar batas-batas larangan Alloh tersebut, tentu dibenci Alloh, dan orang yang dibenci Alloh tentu dibenci malaikat, kemudian kebencian itu diiletakkan di bumi. Akibatnya, tentu tak lain semua orang jadi membenci si yang berbuat dosa itu, dan dengan tanpa terasa dia berbuat sesuatu yang nyebelin

2. Bersikap nyebelin

Orang tersebut bersikap ato berbuat sesuatu yang di benci oleh orang.

Nah, dari pendapat ini, Ibn Hibban menjadikan orang yang suka berbuat dosa tergolong orang-orang yang nyebelin juga. Hmm…masuk akal juga sih

JENIS-JENIS ORANG YANG NYEBELIN

Sebagaimana orang itu macem-macem, maka jenisnya orang nyebelin juga macem-macem:

  1. Ada orang, yang semua orang itu sebel padanya, baik dari tabiatnya, omongannya, tindakannya, ataupun potongan model orang itu sendiri. Dan nyebelin itu memang watak aslinya (parah klo ini)

  2. Ada orang, yang sebagian sebel padanya, sebagian lain tidak. Nah, ni orang yang sebel padanya, biasanya orang sirik, orang yang iri dan hasud (malah justru dia yang nyebelin, tul?)

  3. Ada orang, yang sebenarnya ga’ nyebelin, justru semua orang seneng padanya (kecuali yang hasud tentunya). Tapi, kadang-kadang dalam keadaan tertentu, nih orang tiba-tiba berubah jadi nyebelin banget.

Nah, dari ketiga jenis itu, kita jangan sampe masuk golongan pertama. So, nyebelin itu ada dari asal (gawan bayi) ada yang tiba-tiba aja.

Dalam istilah arab, orang nyebelin itu disebut “Tsaqil“, yang dalam etimologinya adalah “berat”. Dikatakan tsaqil/berat, karena dia mberatin hati (nyebelin) dalam makna/istilah. Sebagaimana batu yang berat bagi tubuh dari segi perasaan.

Kalo orang merokok, eh…Maroko (Maghrib, negara di Afrika utara), nyebut orang nyebeiln dengan istilah Basil, artinya pahit, yakni pahit di hati, sepet di mata (he3x).

Kalo orang Mesir bilang Barid, atau dingin, so orang-orang yang cool (dingin) sebenarnya tuh nyebelin, sok ngegaya, jual mahal, sombong lagi, tul?

Dan tingkat kesebelan (eh, bahasa apa ini?) itu macem-macem.

Orang yang nyebelin dari wataknya tentu lebih buruk daripada orang yang nyebelin tiba-tiba saja, dalam omongan atau tindakan. Tapi hal ini bisa dirubah dengan tadrib wa tarbiyah (latihan dan pendidikan). Sebagaimana anak yang pengen belajar naik sepeda, kan mesti belajar dulu, jatuh bangun lagi. Sebab sebenarnya latihan menghilangkan sifat nyebelin adalah pertempuran hati tersendiri.

SIKAP, CIRI, DAN TANDA ORANG NYEBELIN

Nah, ini adalah inti dari pembersihan yang dimaksud dalam buku ini. Tentu dengan kita tahu sikap atau ciri atau tindakan yang nyebelin, kita bisa menghindarinya atau menghentikan dan menghilangkannya dari diri kita. Supaya kita ini jadi pribadi yang selalu menyenangkan orang lain, yang hal itu memang termasuk ajaran Islam.

  • Banyak Omong n` ga punya malu

Iya ae, soalnya orang yang banyak omong pasti seneng ngikut campur urusan orang lain yang seharusnya dia tidak patut untuk ikut-ikut, sebel nggak kira-kira kamu klo urusanmu dicampuri orang lain?!

Juga orang yang banyak omong itu pasti sering bohong, seneng buat isu, seneng ngegosip dan yang pasti ga akan bisa nyimpen rahasia, berabe nih klo kamu punya rahasia terus ketahuan orang model gini, bisa jadi kabur-kaburi nih.

Kalo orang yang ga punya malu, biasanya (pasti) berani ngelakuin hal-hal yang ngganggu orang, dan hal yang malu-maluin, tentu saja orang lain ga seneng padanya, dan lama-lama akan menghindarinya

Rosul Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :”Sesungguhnya Alloh jika ingin menghancurkan seseorang, maka dicabutlah rasa malu dari hatinya. Dan kalau rasa malu telah tercerabut, maka dia tidak akan menemukan sesuatu kecuali kehidupan yang dibenci dari segala sudut” (HR. Ibnu Majah)

Nah, gimana dengan para model, artis, apalagi yang sampai berani pose telanjang?! Sudah jelas tuh jawabannya, dan hanya orang yang benar-benar sangat bodoh saja yang membela mereka, apalagi dalihnya seni, aduh…kebodohan model apalagi ini?!?!

  • Nanya hal-hal yang nggak perlu

Diceritakan, suatu hari ada orang nyebelin bertamu, sejenak sudut matanya menangkap ada mangkuk tertutup, eh dia nanya “apaan tu didalemnya, kok pake ditutup segala?” Dijawab oleh si tuan rumah “Makanya aku tutup, biar ga ada yang tahu, (ngapai ngurus barang orang?!)”

Tuh, Rosul Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:”Termasuk di antara kebagusan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak perlu”(HR.Tirmidzi)

  • Nanyain hal yang pribadi banget

Kayak orang nanya penghasilan kita, pertengkaran dalam keluarga, atau urusan tertentu yang ada hubungannya dengan kehormatan kita, sementara tuh orang nggak ada sangkut pautnya dengan kita, nggak teman, nggak sanak juga nggak kadang. Pasti deh kita sebel kalo ketemu orang kayak gitu, pengen nonjok aja.

Dan hal itu dilarang sama Rosululloh Shallahu ‘Alaihi Wassalam ,sebab pasti buat orang lain merasa keberatan dan sebel banget.

  • Seneng terlambat

Contohnya, kamu ama 10 temanmu ada janjian pergi jam 7, eh ada 1 temanmu yang nggak nepati waktu, sementara kamu dan yang lain nunggu, lama lagi, sebel kan? Apalagi dia datang dengan santai dan nggak merasa bersalah sama sekali, pake ketawa-ketiwi lagi! waduh, pasti mangkel betul hatimu, ya nggak? Sementara keterlambatannya akibat hal-hal yang nggak penting-penting banget.

Sebab ada lo, orang yang senengannya ngareni, terlambat terus (coba aja perhatikan, atau salah-salah kamu sendiri, hayooo, benerin tuh sifat, ok?!)

  • Banyak ketawa di depan umum

Nggak baik lho, apalagi ngakak sampe laler masuk, terlebih cewek, bisa-bisa cantiknya hilang. Sebab tertawa yang berlebihan, bisa menjatuhkan martabak eh martabat dan harga diri lho. Yang paling pas adalah tersenyum, ya klo ngakak sekali-kali, nggak terus-terusan, hilang nanti wibawamu, apalagi ketawanya dibuat-buat, pasti orang lain merasa sebel.

  • Ngetawain sesuatu yang…

Misalnya ada orang kentut nggak sengaja (he3x), terus kamu ketawain dia, di depan orang banyak lagi, apa nggak terluka perasaannya (cie..), dan pasti dijamin dia sebel banget sama kamu.

Soalnya, kenapa orang ngentut kok diketawain, wong itu ni’mat agung dari Alloh, coba aja kalo kamu ga bisa ngentut, ih na’udzu billah, serasa kena tsunami tuh perutmu, iya nggak

So kalo ada orang yang ngentut ga sengaja, jangan diketawain. Terus gimana sikap kita kalo ada orang kepentut, apalagi cewek (hi..hi..hi…)? Biar dia tidak malu, ya kita pura-pura gak dengar saja.

Ada cerita nih tentang itu, Hathim ibnu Alwan al-ashom, mendapat julukan ashom (si tuli), karena suatu hari dia bertemu dengan seorang gadis cantik, eh tiba-tiba si gadis kentut (he..he..cantik-cantik kok ngentutan), spontan si gadis malu bukan kepalang, tapi, untuk menjaga perasaannya, si Hathim ini pura-pura tuli dan meminta sang gadis mengulangi pertanyaannya dan mengatakan bahwa telinganya tuli, ga kedengeran omongannya. So, legalah sang gadis, karena kentutnya tadi ga kedengaran orang lain.

Dan di hadits Bukhori diterangkan bahwa Rosululloh melarang seseorang ketawa sebab kentut, nah lho.

Tapi ya gitu, jangan kentut sembarangan di depan umum, orang model ini ya tentu saja sangat nyebelin sekali, kurang ajar sekali, soale WC pindah tuh.

  • Bawa tamu tak diundang

Maksudnya gini, kamu diundang kenduren ama temanmu, khusus 10 orang, sementara yang diundang kamu doang, eh kamu datangnya bawa orang lain, alasanmu buat nemenin. Ini nggak bagus lho.

Atau kalau memang kamu terpaksa bawa temen, ya suruh dia nunggu di luar (tapi tega nggak kamu?), atau izinkan ke tuan rumah, kalau boleh masuk alhamdulillah, kalau ga boleh, ya gimana lagi. Tapi kebanyakan orang nggak akan tega nggak ngizinin orang, terpaksa deh dia ngizinin, dan di saat itu juga, si tuan rumah pasti deh sebel banget ama kamu.

  • Ngliat ke tempat-tempat yang nggak patut dilihatin

Seperti dalam rumah (apalagi klo kamu bertamu, jangan mendolong berusaha ngliat ke dalam), pemandian umum, dan lain-lain.

  • Duduk-duduk di pinggir jalan

Cangkruk, kalo istilah jawa. So, orang yang senengannya CSS (cangkruk sore-sore) di pinggir jalan adalah termasuk orang nyebelin orang lain, lha gimana tidak, siapapun orang lewat, kok di depannya ada orang-orang cangkrukan, pasti deh risih semua kalau mau lewat, nggak enak, sungkan karepe dewe dll. Apalagi klo yang lewat cewek, belum lagi klo yang cangkrukan di situ seneng usil, aduh. Makanya, hindari hal-hal seperti itu, lagian Rosul Shallahu ‘Alaihi Wassalam juga menghimbau umatnya agar ga seneng cangkruk, kalo terpaksa cangkruk, ya harus memberikan hak-hak pengguna jalan, yaitu menjaga pandangan dan tidak mengganggu orang lewat.

  • Ngliatin barang bawaan orang lain

Kamu pulang dari pasar, bawa bungkusan dalam plastik, terus eh ada orang yang ngliatin terus ke bungkusanmu, tersinggung nggak kamu? So, kamu juga jangan begitu.

  • Kalo bertamu, lamaaa banget

Makanya, bertamu aja seperlunya, urusan selesai, pulang. Jangan malah ngendon di situ, sebab hal itu pasti memberatkan tuan rumah (meski teman karibmu sendiri), bikin dia bosen berat.Apalagi kalau dia capek (atau sakit, lebih-lebih), mau disuruh pulang, nggak enak, nggak adab. Klo nggak disuruh pulang, badan ini capek. Pokoknya sebel semua deh, iya nggak?

  • Bertamu di saat yang nggak tepat

Seperti di waktu-waktu istirahat, selepas dluhur, atau malam banget, waktu makan, waktu mau sholat, atau waktu si tuan rumah lagi sibuk banget. Lain lagi kalo kamu orang jauh dan lama nggak jumpa, pasti tuan rumah memaklumi.

Seneng gak kamu, waktu enak-enak ngorok eh kedatangan tamu nggak diundang, pake teriak dan gedor-gedor lagi (he..he…kalo ini sih orang nagih hutang). So, kamu juga jangan kayak gitu.

  • Terlalu sering bertamu

Pasti deh yang kamu tamuin bosen dan sebel, kok lihat wajahmu terus, ya nggak? Makanya Rosul Shallahu ‘Alaihi Wassalam bilang, Zur ghibban tazdad hubban, kalo namu nggak usah sering-sering, jarang-jarang saja, pasti kecintaan persahabatan kalian akan makin bertambah. Lain lagi kalo sering jumpa, biasa-biasa aja, malah bisa-bisa garing.

  • Ngomong yang nyakitin ati/ nggojlok berlebihan

Seperti umpama temanmu sakit, eh kamu nyeletuk, “aku juga punya temen sakit kayak gini lho, dan dia mati”, hayo, apa nggak mangkel tuh temanmu, sudah sakit eh nggak di kasih semangat sembuh malah nakut-nakutin.

Atau gojlokan keterlaluan, niatnya guyon, eh malah sakit hati yang ada.

  • Bersin, batuk, menguap (angop) dengan tanpa menutupi wajah

Wah, bisa-bisa hujan deh, jorok banget kan orang kayak gitu. Nah, termasuk adab Islam, kita kalau batuk, bersin, menguap disuruh menutupi wajah, dan memalingkannya ke arah samping, juga merendahkan volume suara bersin/batuk, kecuali kalo emang itu berat ya lain ceritanya, ada dispensasinya.

  • Batuk ke arah makanan

Apalagi kalo makan bersama, bancaan, gimana hayo kalo salah satu dari kamu batuk terus “ada” sesuatu yang jatuh ke makanan yang sedang kita makan? Hi, jijay deh. Klo terasa ingin batuk, segera palingkan wajahmu menjauh dari makanan.

  • Cerongohan, Rakus

Kayak ada ambengan, eh saking takutnya nggak kebagian, makannya rakus banget, belum habis sudah di masukin lagi. Orang lain yang melihat pasti ga senang dan merasa sebel

Termasuk disini juga adalah koruptor, pokoknya siapapun yang rakus, takut nggak kebagian, adalah potongan orang-orang yang nyebelin.

  • Bicara hal-hal jijik saat makan

Eh, enak-enak makan, tiba-tiba kamu cerita tentang “barang-barang” WC, apa nggak langsung hilang tuh nafsu makan temanmu, nyebelin banget deh, atau cerita binatang yang temanmu takut, seperti kecoak, slompret, tikus, cacing, ulat, ular, kampret dll.

  • Nggak menjaga tata krama makan bersama

Seperti kalo makan bersuara (cepok-cepok, he3x), terus mainin sendok-garpu dipiring hingga berdenting, atau setelahnya, serbet tangan dibuat ngelap mulut. Juga bersendawa (glege’en) keras lagi, dan mengambil sisa makanan tanpa menutupi mulut

Terang aja, orang lain yang lihat hal ini gak seneng, bahkan kamu sendiri, kalo lihat orang lain gitu, pasti deh merasa terganggu dan sebel.

  • Seneng buka-buka, lihat-lihat barang orang lain

Kamu punya lemari, eh temanmu datang, usilnya, dia buka-buka lemarimu, ngliatin isinya tanpa izin dari kamu, sebel nggak kamu dibegituin? Nggak baik tuh lihat benda,buku (harian) orang lain tanpa seizinnya.

  • Seneng nguping, n` komentar spontan

Nah, ini nggak baik juga, semisal ada dua orang temanmu bicara, kamu sih asalnya punya kesibukan sendiri, eh tiba-tiba kamu nguping pembicaraan keduanya, nggak baik tuh, apalagi kalo kamu model orang yang seneng nyahutan, wah, sangat nggak baik lagi tuh.

Makanya, kalo ada orang lain omong, sementara kamu nggak diajak, jangan nyahut ngomentari, pasti orang lain sangat nggak seneng dan sebel (bocah iki! Kabele durung dipasang, wis nyahut, Huh!!!), iya nggak? Hilangin tuh sifat kayak gini. Kecuali kalo kamu terpaksa bicara, untuk meluruskan masalah misalkan, nah baru di saat gini kamu diperbolehkan. Lha kalo nggak, ngapain ngurusin orang lain?!

  • Banyak omong, nggak ada jluntrungnya

Pasti deh kamu sebel punya temen kayak ginian. Ada pepatah lho, diam itu emas.

  • Ngganggu orang tidur

Semisal kita tidur bareng-bareng temen kita, eh pas waktu malam kita bangun pengin kencing. Nah, saat mau ke kamar kecil, kamu jangan sampai berbuat gaduh atau apa yang bisa ngebuat temanmu terbangun sembari kaget. Gimana hayo klo temanmu jantungan?

Diceritakan, bahwa Kholifah Ma`mun bin Harun Rosyid jika terbangun malam dan ada kebutuhan ke belakang, dia berjalan dengan ujung-ujung kakinya (jinjit) agar tidak mengganggu tidur orang lain.

Begitu juga kalo mbangunin orang, jangan keras-keras, yang halus, lain kalo tuh orang molor banget, kalo nggak ditendang ato disiram nggak bangun, baru kasarin. Sebab orang yang baru bangun itu kesadarannya belum kembali penuh, butuh waktu sejenak mengembalikan kesadarannya. So, jangan terlalu diributin, kalau nggak pingin kamu diamuk sama dia.

  • Badan bau

Kalo ini jelas sangat nggak baik sekali, sebab Islam ngajarin kita untuk selalu bersih dan tampil mewangi. Masak hadir undangan, jum’atan belum mandi, baunya itu lho, apalagi klo bajunya nggak ganti, belum dicuci lagi. Waduh…Bulll, sedaaap boo!

So, perhatikan kebersihan badanmu, biar nggak mencemari lingkungan, he…he… Soale siapa saja orang di muka planet ini, pasti nggak seneng ngliat orang dekil, bau dan nggak mandi, bahkan orang dekil itu sendiri (???)

  • Masuk rumah tanpa pamit

Nggak baik lho, meski itu rumah kerabat kita sendiri. Yang adab, sebelum masuk salam dulu. Biar yang dalam rumah itu siap, gak awut-awutan. Repotnya seumpama kita nyelonong ke dalam rumah, eh yang si tuan rumah, pas gak bajuan (cewek lagi, hi..hi…huss!). apa nggak super mangkel, malu n` sebel, iya nggak.

Gimana coba klo kamu yang ngalami gitu, 100% dijamin dongkol. Lagipula, kebanyakan orang nggak seneng kalo rumahnya dimasuki sludar-sludur, penjajahan ini namanya (he3x), sebab rumah adalah rahasia keluarga.

  • Klo bicara muluk sego

Semisal kamu bicara dengan temanmu pake bahasa si-sian yang temanmu nggak faham. Nggak Cuma omongan doang, tulisan juga. Ada hikmah mengatakan “Seseorang yang cenderung bicara/menulis dengan frasa atau kata yang sekira menyulitkan pendengar atau pembacanya kesulitan memahaminya, maka orang yang seperti itu cenderung congkak, dan orang congkak adalah pemikir yang kecil”. So pasti, orang congkak adalah orang sangat amat nyebelin sekali (he3x)

Lagi, kalo bicara pake bahasa asing, sementara lawan bicara kita nggak faham bahasa itu. Kalo yang kita ajak bicara faham sih, ya maa yahtaj kalam , nggak usah dibicarakan, maklum itu.

Coba aja kamu, seumpama diajak orang omong, sementara orang tadi pake bahasa yang ndakik, yang kamu nggak ngerti, mangkel nggak kamu?

Ini juga peringatan untuk para orator lho, khutoba’, tukang pidato, jangan seneng pake bahasa yang repot-repot yach.

  • Bisik-bisik berdua di depan temen

Ini khusus untuk orang yang lagi ngumpul-ngumpul bareng, paling sedikit tiga orang, misalnya gini, kamu dan dua temanmu enak-enak ngobrol, eh tiba-tiba kamu bisik-bisik dengan satu temanmu, sementara yang satunya dibiarkan. Ini nggak boleh, sebab pasti menyusahkan dan membuat hati temenmu tadi sakit

Lebih parah lagi, kalo bisik-bisiknya pake nglirik temen yang sendirian tadi, wah!!! Payah ini! Siapapun pasti sebel dan mangkel bukan kepalang klo diperlakukan kayak gini, nggak terkecuali kamu

Dan hal ini tidak diperbolehkan sama Rosul Shallahu ‘Alaihi Wassalam di hadits riwayat Bukhori, “Jika kalian bertiga, maka jangan sampai yang dua berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga, sebab hal itu pasti menyusahkannya,” nah, kan?!

PERBUATAN NYEBELIN YANG LAEN

Tuh, banyak banget kan ciri atau tindakan yang bisa ngebuat orang lain sebel kan?! Makanya, sebisanya kita kudu ngehindarin yang kayak gitu tadi semua. Dan biar lebih ngeh dan mantep, juga ilmu tambah, berikut ini adalah perbuatan nyebelin yang lain yang sering kita temuin di kehidupan kita sehari-hari, atau malah bisa jadi kita punya perbuatan yang kayak gini, idiiiih.

  • Pake baju aneh biar terkenal; so kalo penampilan biasa-biasa aja, kayak orang kebanyakan. Ada istilah arab bilang, imsyi zayyan naas, berjalanlah sebagaimana kebanyakan orang (kalo karnaval ya lain dong, he..he…)

  • Mainmain di jalanan; seperti sepakbola, bulu tangkis, sebab itu pasti mengganggu orang yang lewat. Klo sepakbola ya sono di lapangan, jangan di jalan, tul?!

  • Mainan mercon; wah, siapapun pasti nggak seneng, khususnya kaum cewek, (dan ibu-ibu hamil, hi…hi…) apalagi kalau yang mainan tuh suka iseng nglempar tuh mercon. Bahaya tahu, salah-salah dituduh teroris nanti, he..he…

  • Buang sampah sembarangan; kalo yang ini sudah pasti orang nyebelin kelas top, sebab orang kayak gini jauh sekali dari kebersihan, makanya, buang sampah pada tempatnya (bukan promosi dinas kebersihan lho, he..he…)

  • Minjem nggak dikembalikan; kamu seumpama bukumu dipinjem temenmu, terus lama nggak balik-balik, apa nggak gusar kamu?! Atau ada temenmu minjem baju, lama nggak dikembalikan, pas dikembalikan tuh baju dalam keadaan kotor, nggak dicuci sama dia, gimana hayo perasaanmu?!

  • Merokok sembarangan; apalagi klo sambil naik angkudes yang penumpangnya numpuk kayak ikan pindang itu, terus ada yang jedal-jedul nyante rokokan, waduh, satu mobil batuk-batuk semua tuh, nyebelinnya lagi, dia nggak merasa bersalah!

  • Undangan sambil bawa anak; yang anaknya tadi masih kecil, compros semua, nggak ngerti tata krama, ngomong ngawur, makan nggak pas semua, parahnya si bapak ini malah ketawa melihat anaknya gitu, adduh.

  • Naik mobil, sembari ngecopros, keras lagi; klo mobil pribadi ya terserah kamu, teriak-teriak sampe penceng nggak pa-pa, lha ini mobil umum, desak-desakan, eh sempet-sempetnya kamu bercanda ama temenmu, keras lagi suaranya, belum kalau keluar jancuknya, atau omong jorok dan porno yang lain.

  • Ngomong sambil ketawa; banyak lho orang kayak gini, ngomong sambil ketawa, jadinya sulit tuh difahamin omongannya, malah rasa-rasanya kayak ngejek, nyebelin banget

  • Ngomong/rame sendiri di acara-acara resmi; so, kalau ada orang bicara, semisal di musyawarah, dengerin, kamu jangan ngobrol sendirian dengan temanmu, nggak baik.

  • Nggak kenal, nanya-nanya masalah pribadi; kadang-kadang kita nemuin lho orang model gini, wa laa kenal wa laa apa, eh tiba-tiba dia nyalamin kita terus ngecopros nanya hal-hal pribadi kita. Mana nggak sebel nih hati.

  • Berjalan, sembari ndlenger; contohnya gini, kita jalan bareng orang banyak, eh yang belakang ini, entah jalannya sambil ngelamun atau apa, dia berkali- kali nginjek sandal kita, sehingga hampir saja kita jatuh, atau nendang-nendang tumit kita. Bagi kita yang orangnya bukan penyabar, pasti sebel dan marah kalo dibeginiin.

  • Nunda-nunda ngembaliin utang; Ini juga sangat tidak baik, jika kamu hutang, terus sudah ada uang tuk ngembalikan, ya segera kembalikan, jangan ditunda-tunda, dzolim lho (Mathlul Ghoniy dzulmun, menunda mengembalikan hutang sementara kita punya hutang adalah dzolim) Hadits.

  • Ngetuk pintu malem-malem; ya siap-siap aja kamu didamprat ma bapakmu, soale pasti ngagetin dan ngganggu tidurnya. Rosul Shallahu ‘Alaihi Wassalam saja berlindung kepada Alloh dari Orang yang mengetuk di waktu malam.

  • Nyuruh orang nggak beres; kita umpamanya, suatu hari nyuruh temen, eh tolong kamu bilang ini gini-gini. Tapi sama si temen tadi dirubah pake bahasanya sendiri, yang malah ngrusak semuanya. So, kalo kamu diminta tolong temenmu, maka laksanakan apa adanya sesuai permintaannya, jangan dirubah atau ditambahi.

  • Nakut-nakutin temen; ngagar-ngagari kalo bahasa jawa, semisal kamu pura-pura ngacungin pisau, atau pas malem-malem nakutin pake nyamar jadi hantu dll.

  • Datang terlambat; pokoknya, orang yang senengane terlambat pasti nyebelin dan ngganggu orang lain, dalam hal apapun itu.

  • Bicara tanpa memberi kesempatan bicara; ada lho orang potongan gini, seperti waktu pas musyawarah, dianya bicara terus, yang lain mau omong nggak diberi kesempatan, mana suka memotong pembicaraan orang lagi. Orang kayak gini ini, anggap aja radio rusak, he..he…

  • Ngunggul-ngunggulin dirinya; misalnya kamu ngobrol ama temenmu, eh si temen tadi klo cerita, tentang dirinya melulu, kehebatannya, aku gini, aku gitu, pasti deh kamu sebel ngobrol bareng orang ginian. So yang baik adalah, jadilah pribadi yang tawadlu’, merendahkan diri, sebab semua adalah dari Alloh Ta’ala semata, iya nggak?!

  • Seneng memuji dihadapan orang; ini juga nggak baik lho, memuji dihadapan orang yang kita puji, sebab klo model orang GR-an bisa jatuh tuh dia, kan kasihan. Sama aja dengan membunuhnya. Kalo emang ingin muji, yang jangan dihadapan orangnya. Itu kalo memuji, apalagi kalo menghina, tambah nyebelin kuadrat. Kalo orangnya kebal pujian sih nggak pa-pa.

  • Nyelonjorin kaki di acara resmi; nggak baik lho, meski kita capek, mending keluar ngilangin penat terus nanti kembali lagi. Sebab perbuatan ini pasti dianggap sama orang lain nggak punya tata krama. Apalagi kalau di situ banyak orang tua.

  • Kalo salaman, pake ujung jari doang; paling nggak seneng ketemu orang kayak gini, mbok ya kalo salaman ya semua telapak tangan diberikan, biar mantep. Masak salaman pake ujung –ujung jari doang, dipikir tangan kita ini kudisan apa?! (he..he…)

  • Nggak ngehormatin orang tua; wah, kalo ini sih orang nyebelin kelas super berat, dosa besar tahu. Termasuk di sini adalah tidak nurut sama guru pembimbing (murobbi) kita, padahal beliau telah menunjukkan kita kepada Alloh, kepada Rosul-Nya, eh bukannya terima kasih malah membangkang dan mengacaukan tatanan, enaknya diapakan orang model begini ini ha?! Secara tidak sadar dia menyeburkan diri dia sendiri ke lumpur kebodohan, mana ilmunya sudah nggak manfaat lagi, Na’udzu Billah. Sebab yang terpenting adalah Ridlo kedua orang tua dan Ridlo Guru kita

  • Ngomong kotor tanpa malu; siapapun nggak akan seneng dengan orang seperti ini, semua pasti ngecap dia berandal,urakan, mbeling dsb.

  • Udah tua tapi tetep ngaku muda; kayak kakek-kakek tapi ngegaya kayak anak muda, dicukur kumis jenggotnya, rambutnya dicat (ini sih kakek nyentrik, he..he…) Atau nenek-nenek yang…….. (terusin sendiri deh, malu)

Dan masih banyak lagi, pokoknya sesuatu yang tidak sesuai dengan agama dengan kebiasaan umum jangan dilakonin, dadi wong sing mituhu, kan enak, nggak repot-repot.

ORANG YANG NYEBELIN DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Percaya nggak, bahkan dalam Al-Quran dan Hadits yang keduanya merupakan pegangan dasar orang islam, sifat nyebelin dibahas sendiri.

Sayyidah Aisyah bertutur bahwa Ayat 53 di surat Al-Ahzab turun karena mengecam orang-orang yang nyebelin. Yang arti ayat tersebut adalah sebagai berikut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Alloh tidak malu (menerangkan) yang benar…”

Dan asbabun Nuzul (sebab turun) ayat ini adalah: pada suatu hari Nabi mengadakan resepsi pernikahan beliau dengan Sayyidah Zainab binti Jahsy. Ketika waktu usai acara jamuan makan, para undangan pun pulang, tapi di situ ada sebagian orang yang belum beranjak, mereka malah berlama-lama ngobrol, dan Rosul menunggu keluarnya mereka, sehingga beliau bosan, sementara mereka tetap duduk tanpa perasaan (nggak ngerasa kalo Nabi menunggu mereka). Lha kalo menyuruh mereka kok rasanya nggak enak.

Maka turunlah ayat yang melarang perbuatan yang mengganggu Nabi dan setiap orang. Dan makna spesifik dari ayat tersebut adalah, larangan duduk di rumah jamuan setelah makan dan selesainya acara.

Adapun Hadits Nabi, telah banyak kita lewati di sebagian tanda-tanda orang nyebelin pada pembahasan yang telah kita lalui.

Pendapat Ulama tentang orang yang nyebelin

Biar lebih mantap, juga agar kita segera ninggalin hal-hal yang nyebelin, atau menghindarinya, nih sebagian komentar ulama dan sahabat Nabi tentang sifat nyebelin.

  • S.Abu Huroiroh Radlillahu ‘Anhu

Konon jika lihat orang yang nyebelin segera berdoa, “Ya Alloh, ampunilah dia, dan istirahatkan (hindarkan) kita darinya”

  • Ayyub As-Sakhtiyani (Tabi’in)

Dia ditanya :”Kenapa kamu tidak menulis Hadits dari Imam Thowus?”, beliau menjawab, “Ogah, aku melihatnya duduk di antara orang-orang yang nyebelin, makanya aku tidak menulis hadits darinya”. Maksudnya, bukan menghindari Imam Thowus, tapi orang-orang yang nyebelin itu.

  • Amir bin Syarohil As-Sya’biy

Ada orang tanya padanya:”Apakah Ruh bisa sakit?”, “Ia, bisa, kalau ngelihat orang yang nyebelin”.

Beliau juga berkata: “barang siapa tidak sholat sunnah dua rokaat sebelum subuh, maka dia termasuk golongan orang yang nyebelin”.

  • Al-A’masy

Dia berkata :”Jika seumpama di samping kirimu ada orang yang nyebelin, dan kamu dalam keadaan sholat, maka satu salaman ke arah kanan sudah cukup!” yakni nggak usah salam dua kali.

  • Hammad bin Salamah

Jika ketemu orang yang nyebelin segera berdoa “Ya Alloh, angkatlah dari kami siksa ini, sesungguhnya kita orang yang beriman” (He…he… segitunya)

  • Ibnu Sirin

“Aku mendengar seseorang berkata:”Suatu hari aku nggak sengaja bertemu orang yang nyebelin, mendadak aku jatuh pingsan!”

Itu mereka, yang orang-orang besar semua, pun lari dan menghindar dari orang-orang yang nyebelin dan sangat nggak seneng dengan mereka. Dikisahkan juga, suatu hari ada seseorang memberi nasehat pada kholifah Al-Ma’mun, “Hai Amirul Mu’minin, ingat, duduk-duduk bareng orang yang nyebelin itu bisa membunuh jiwa lho”, Nah, kan?!

Imam Jalaluddin Assuyuti juga berkomentar dalam salah satu kitabnya, bahwa perkataan para ulama tentang orang yang nyebelin itu banyak banget, dan beliau tidak menyebutnya kecuali sekedar tahu: bahwa orang yang sanggup menahan diri bergaul dengan orang yang nyebelin, dan menyembunyikan rasa sebelnya adalah Orang yang paling lapang dadanya dan paling tinggi akhlaknya.

Kalo kita bisa bersikap seperti ini sih, tentu merupakan nilai plus tersendiri dan kita termasuk orang-orang yang memiliki jiwa besar, semoga kita masuk di antara mereka, orang-orang yang berjiwa besar, dan bukan orang yang suka buat sebel orang, Amiiiin.

SUDAH SIAP PA BELOM ?!

Nah, udah tambah kan pengalaman dan pengetahuan tentang kehidupan? Biar kita ini bisa bergaul dan diterima di masyarakat. Sebab Aghlabiyah (kebanyakan) orang itu hidup sebagai makhluk sosial, saling membutuhkan dan bantu membantu. Karena di sana juga ada sebagian individu yang uzlah (menyepi) sengaja memisahkan diri dari manusia dengan alasan-alasan tertentu.

Sekarang saatnya kita (setelah membaca buku ini) koreksi dan evaluasi, muhasabah atas diri kita masing-masing, introspeksi istilah antiknya (he..he..)

Jika kita, menemukan diri kita termasuk orang yang nyebelin (semoga nggak deh), maka kita mesti siap dan harus membuang serta membersihkan semua hal itu dari diri kita. Tentu dengan cara merenung tadi, mencari kesalahan dan kekurangan diri kita, sebab tak ada manusia yang sempurna (kecuali Rosululloh , Shallahu ‘Alaihi Wassalam Al-insan al-kamil). Makanya, kesempatan nih, nggak usah ngurusi orang lain.

Dan jika kita (kebetulan) tidak memiliki sifat nyebelin (Alhamdulillah dong) maka setidaknya kita tahu sifat-sifat itu dan bisa menghindarinya, dus lebih hati-hati, biar nggak jadi orang nyebelin juga.

Ya yang seperti tulisan yang telah lewat, pokoknya segala sesuatu yang nulayani adab, toto, tidak sesuai dengan akhlak mulia, sopan santun, mulai dari tindakan lahir sampai lintasan hati (semacam iri, dengki, bangga diri, sombong, GR dengan amalan, pamer amalan, dendam, nggunjing, seneng kedudukan, seneng harta, dan penyakit hati yang lain), adalah semuanya perkara yang nyebelin dan ngebuat orang lain sebel yang musti kita hindari.

Karena itu, otomatis pribadi yang tidak nyebelin adalah pribadi yang disukai semua orang dan bisa diterima di masyarakat (kecuali orang-orang yang iri tentunya). Dan itulah pribadi yang punya harga diri dan kehormatan tinggi.

Dan Rosululloh Shallahu ‘Alaihi Wassalam adalah contoh nyata dari pribadi sempurna yang memiliki tata krama tinggi nan agung, sebagaimana terekam abadi dalam Al-Qur’an di surat Al-Qolam, ayat 4 , “Wa innaka La`ala khuluqin Adzim“.

Akhir tulisan, sederhana saja…

Semoga kita dijadikan oleh Alloh sebagai orang-orang yang berkepribadian, yang memiliki adab, akhlak tinggi, juga kepekaan terhadap sekitar, Amiiin.

Dan kemudian…

Jangan Jadi Orang yang Nyebelin Yach…!!

Wallohu A’lam

Alawy Aly Imron Muhammad (Cak Al)

Mekkah Al-Mukarromah

20 – 22 Romadlon 1426 H.

1 Response so far »

  1. 1

    husein99 said,

    Assalamu’alaikum, gus. ulasan buku sangat menarik dan diulas dengan bahasa yang gaul, mudah dicerna oleh seluruh lapisan masyarakat.Memang masalah ini sangat sepele, tapi menyangkut masalah tata krama dan budi pekerti orang timur khususnya masyarakat muslim.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: