Peringatan hari perempuan atau Ibu sedunia ketika berbarengan dengan bulan Maulid

Sewaktu saya membaca koran Jawa pos tanggal 8 Maret 2009, tepatnya hari Minggu adalah peringatan hari Perempuan atau ibu sedunia, yang telah dicetuskan di Kopenagen, Denmark pada tanggal 8 Maret 1910 M. Ide yang sudah berumur 99 tahun dikembangkan oleh kaum Feminis barat yang ingin menyebarkan paham Emansipasi Liberal yang sangat blak-blakan dan justru menghancurkan martabat dan derajat kaum hawa dimata dunia. Jauh sebelum ide tersebut digemborkan, Manusia termulia baginda Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam telah mencanangkan emansipasi wanita secara islami. Pada bulan ini ummat Islam sedunia merayakan peringatan kelahiran beliau Shallahu ‘Alaihi Wassalam, Maka sepatutnya kita kembali membaca perjalanan sejarah  bagaimana beliau Shallahu ‘Alaihi Wassalam dalam memperlakukan kaum Hawa ? Apa saja peranan dan tindakan beliau dalam meningkatkan derajat perempuan  sejajar dengan laki-laki . Dalam redaksi -redaksi hadits Nabawi, beliau selalau berwasiat untuk menghormati wanita, karena wanita adalah Ibu bagi kita semua, pendidik pertama dalam mengarungi kehidupan ini. Syariat islam memiliki program emansipasi yang berseberangan dengan emansipasi yang dihembuskan oleh kaum Liberalis-Kapitalis. pada hakiktanya, program mereka bertujuan untuk menghancurkan kehormatan yang dimiliki oleh kaum perempuan. Mereka memandang kaum wanita seeperti barang murahan dan obralan, berbeda dengan Islam, Agama ini datang untuk membebaskan kauam hawa dari perbudakan, menempatkan mereka sebagai manusia seutuhnya , bukan barang dagangan. Program Islam dalam pengkaderan wanita terangkum dalam 4 tahapan. Tahapan pertama, Bintan Mukarramah |anak perempuan yang dimuliakan|, Tahapan kedua, Zawjatun Sholihah | Isteri yang sholihah|, Tahapan ketiga, Ummun Murobbiaha | Ibu yang pendidik |, Tahapan keempat, Jaddatun Mu’adzdzomah | Nenek yang diagungkan |. kempat tahapan ini menjadi program inti dalam emansipasi wanita secara islami. Program ini dijelaskan oleh salah satu teman seperjuanganku, Ahmad Al-Adib dalam artikel yang berjudul “Metode pendidikan wanita”. Peringatan hari Perempuan atau  Ibu sedunia yang bersamaan waktunya denganbulan malid  sepatutnya menjadi momentum bagi kaum Muslimat untuk kembali membaca dan memahami sejarah kehidupan tokoh-tokoh perempuan Islam, seperti  : Sayyidah maryam binti ‘Imron, ibu nabi Isa  AS, Sayyidah Aisiah , ibu Tiri nabi Musa AS, Sayyidah Khodijah binti Khuwailid, Sayyidah Fatimah binti Rasulullah Shallahu ‘Alaihi  Wassalam, Sayyidah Aisyah binti Abu BakarAsh-Shiddiq, isteri-isteri Rasulullah dan para Sahabat  Radlillahu ‘Anhum ajma’in. Marilah, ukhtifillah, kita kembali bercermin kepada mereka, kita dapat kembali seorang muslimah yang kaffah |seutuhnya| dan menerapkan emansipasi wanita secara Islami. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: