Ketika Kapitalisme memasuki dunia pesantren

Dalam dekade terakhir, telah terjadi perubahan sikap dan perilaku serta ideologi yang dianut oleh masyarakat pesantren (para santri dan para kyai), Mereka telah beralih menganut paham kapitalisme-liberal. Mereka mulai memasuki panggung-panggung politik dan pemerintahan serta berlomba-lomba mengejar keuntungan dan kekayaan dari komersialisasi pondok pesantren.Pondok pesantren menjadi lahan bisnis untuk mencari modal dan keuntungan dengan berkedok demi kepentingan ukhrawi.Ketika kapitalisme menguasai dunia pesantren. Paham sosialisme kekirian yang bertentangan dan berseberangan dengan pham tersebut harus tersingkir. Para santri dan para Ulama yang masih menganut paham sosialisme kekirian harus terasingkan dan terkucilkan dari pergaulan sosial masyarakat. Merka para santri dan para Ulama yang menganut Islam sosialis kekirian adalah kuam Ghuroba’ (kelompok marginal). Jumlah mereka dalam masyarakat muslim adalah minoritas. Sekitar 10 % dari jumlah kaum muslimin yang ada di berbagai dunia. Paham kapitalisme -liberal global telah mempengaruhi dunia pesantren sehingga melahirkan para santri atau para Ulama yang bermental keledai atau anjing seperti yang telah disinyalir dalam redaksi Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah ayat 5. Merka para santri atau para Ulama yang berkepribadian kapitalis-liberal adalah para santri Suu’ atau para ulama Suu’ (jelek) seperti yang telah disabdakan oleh baginda Rasulullah dalam redaksi Al-Hadits. Semoga artikel singkat ini dapat memberikan penyadaran kembali kepada para santri atau para ulama untuk kembali kepada tugas sebenarnay sebagai waratsaul-Anbiya’ ( pewaris para Nabi) untuk membimbing ummat ke jalan yang benar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: