Yaumul-‘Asyuraa, saksi kemenangan dan kekalahan, adegan kegembiraan dan kesedihan

Betapa sanubari kembali teringat nostalgia sejarah

Ketika Sang raja Durjana tenggelam dalam laut Merah

nabi pembawa Taurat beserta kaumnya telah terselamatkan

Kedzoliman, kelaliman yang menimpa mereka selama di negeri peradaban

Gelombang lautan menyaksikan kemenangan mereka

Begitu juga kekalahan bagi penguasa angkara murka

Kalbu dan pikiranku berputar kembali

Peristiwa kegembiraan nabi ya’qub di hari diberkati

Pertemuan dengan sang putra tersayang

Kerinduan pun terobati, kesedihan pun hilang

Piramida menyaksikan pelukan kasih sayang

Selama bertahun-tahun sang putra kehilangan belain sayang

Di tanah Kan’an, nabi penerima zabur bersimpuh

Tetesan-tetesan air mata mengalir deras

Sanubari dipenuhi keresahan dan gundah

Kedua telapak tangan menengadah ke arah sang Pemilik Arsy

Di hari kesepuluh, doa-Nya terkabulkan

Wajahpun kembali berseri-seri penuh kegembiraan

Dalam perut kegelapan, nabi Dzun-Nun memanjatkan diri

Di kedalaman lautan yang sunyi

Lisan-Nya selalu basah penuh butiran kalimat tahlil tasbih

Selama empat puluh hari, diri-Nya bersimpuh

Sang Maha pemilik lautanpun mengabulkan permohonan-Nya

Di hari kesepuluh, kelaur dari perut mamalia

Si Malaikat Mikail meniupkan roh suci dan agung

Atas titah sang Maha pemilik kekuasaan

Dalam kandungan suci dan agung

Di hari kesepuluh, proses peniupan roh teragung terjadi

Kelak takdirnya akan menjadi rahmatan bagi semesta ini

Rajawali-rajawali seadng berputar menyaksikan

Sebuah peristiwa kelam yang tertulis dalam lembaran

Terik sang surya dan gumpalan awan sedang bersedih

Menonton pembantaian Sang cucu tercinta dengan keji

Di sebuah padang tandus nan gersang

Ratapan kesedihan selalu terdengar bagi sang bintang

Kumpulan gagak bertebangan

Diantara reruntuhan bangunan kota yang mencekam

Mereka sedang mencari potongan-potongan tubuh berserakan

Di pojok bangunan tua tiga wajah mungil tak berdosa terkampar penuh senyuman

Guratan senyum penuh duka telah membebaskan penderitaan

Di hari kesepuluh, sudah ratusan nywa melayang sebagi tebusan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: