Upaya kaum Ghuroba’ menghadapi tantangan dakwah di era Globalisasi

Kaum Ghuroba’ atau kaum Marginal ialah kelompok muslimin yang memiliki keimanan dan keyakinan yang tinggi dalam mengikuti dan melaksanakan ajaran Allah Ta’ala dan Rasulullah shallhu ‘Alaihi Wassalam berupa : Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai pedoman dan gaya hidup (The Life sytem and Life Style), menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar di tengah hancurnya sendi-sendi dan budaya -buday islam oleh rongrongan budaya kapitalisme-materialistik¬† global saat ini. Mereka harus berjuang dan berdakwah di jalan Allah dan rasul-Nya dan bersabar menghadapi ujian dan gangguan dari berbagai pihak yang ingin menghancurkan nilai-nilai keislaman baik dari dalam islam sendiri maupun dari luar islam (nonmuslim). Merekapun adalah sebuah kelompok yang termarginalkan (terkucilkan) dalam pergaulan sosial masyarakat dunia yang begitu bebas dan tanpa batasan wilayah dan negara. Fenomema yang terjadai terhadap kondisi dan situasi kelompok muslim ini telah disinyalir dan diprediksikan sejak 14 (empat belas) abad yang lalu oleh baginda Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sebuah redaksi Al-Hadits yang berbunyi :

“Artinya : Telah Muncul agama Islam dalam keadaan asing (termaginalkan) dan akan kembali sebagaimana kemunculannya dalam keadaan asing (terkucilkan).Maka beruntunglah bgai kaum Ghuroba’ (kaum Marginal)” (H.R Muslim dari sahabat Abu Hurairoh Radlillahu ‘Anhu).

Dalam redaksi hadits yang tersebut, Rasulullah Shallhu ‘Alaihi Wassalam memberikan statemen (pernyataan) bahwa beliau memebawa dan menyebarkan agama Islam di kalangan jahiliyyah Quraish sebagai sebuah agamayang baru dan terasa asing di pendengaran mereka serta menganggap sesuatu hal yang bertentangan dan bertolak belakang dengan agama dan budaya jahiliyyah kalsik yang bersifat paganisme (keberhalaan) yang telah mereka yakini.Dan ramalan futuristik mengenai suatu era yang serbacanggih dalam penguasaan teknologi dan informasi atau era Milinium yang ketiga namun kebudayaan jahiliyyah yang kalsik kembali tumbuh, dimodifikasi dan diformat kembali menjadi kebudayaan jahiliyyah yang neomodern.Sedangkan agama Islam serta budayanya dianggap sebagai sesuatu hal yang kuno atau kolot serta asing dalam gya hidup (life style) mereka.Banayak dari para pemuda yang dilahirkan dari keluarga muslim enggan dan merasa malu serta minder (kurang Pede) dengan berpenampilann yang islami.Mereka lebih memilih gaya dan budaya hidup materialistik yang global karena dalam anggapan atau opini umum baudaya tersebut adalah budaya yang gaul dan dinamis di era global sekarang ini. Padahal budaya Kapitalisme-Materiaslistik adalah bufayaa jahiliyyah yang sudah tercipta sejaka kaum nabi NUh ‘Alaihis-Salam yang paganis ( penyembah berhala) yang sudah diformat kemabli oleh tangan-tangan para zionis dan kelompok masonik.Dari tangan-tangan mereka telah terlahir banyak paham-phama yang baru dan berkualitas tapi pada hakikatnya isi dan ajarannya dalah phama -paham jahiliyyah klasik seperti : Liberialisme, Materialistik, Komunisme, Marxisme, Hedonisme, Konsurisme,Zionisme, Humanisme, Freemansory dan lain sebagainya. Mengapa banyak para pemuda muslim yang sudah enggan dan merasa malu menggunakan ajaran Islam sebagai sistem dan gaya hidup mereka? Jawabannya disebabkan oleh marajalelanya kebodohan dan ketidaktahuan serta keacuhan mereka terhadap ajaran ISlam sendiri.Sedangkan para orang tua mereka kurang memberikan pendidikan dan pemahaman yang baik mengenai ajaran Islam terhadap mereka disebabkan kesibukan dan kepentingan sendiri.Maka sepatutnya bagi kaum Guroba’ yang terlah memiliki sebuah cabang keimanan yaitu: As-Syuhho Al-Mar’I ‘Ala Dinihi (Kecemburuan atau kefanatismean seseorang terhadap agamanya) mau melihat fenomena ini sebagai sebuah tantangan dakwah yang harus dihadapi dengan sikap kesabaran dan ketabhanan, kita sebagai kelompok marginal yang jumlah minoritas mau berusaha menyadarkan dan mengingatkan para pemuda muslim ynag termasuk saudara kita segama mengenai keindahan dan kelembutan yang ada dalam ajaran Islam.Kemudian tantangan yang kedua yaitu : menghdapi peranan Ulama Suu’ (Ulama dunia) dan kaum munafik dalam memecahbelah Ukhuwah Al-Islamiyyah (persaudraan dalam Islam). Mereka adalah musuh dalam selimut yang sulit didetksi rencana dan makar yang telah mereka persiapkan untuk mengombang-ambingkan kaum muslimin melalui pemikiran dan tipu muslihat yang licik.dalam menghadapi sepak terjang mereka, Marilah kita menelusuri dan memahami kembali teladan dan panutan kita Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam dalam berinterksi dan bersikap terhadap kuam munafik dan fasik ketika berada di kota Madinah.Beliau memperlakukan mereka dengan sikap lemah lembut, berupaya menyadarkan kembali lewat suriteladan yang baik. Sedangkan mengenai ULama Suu’, Allah Ta’ala telah mneyatkan gambaran dan perumpamaan mereka dalam redaksi Al-Qur’an yang berbunyi :

“Artinya : Perumpamaan orang-orang yang dibebani kitab Taurat , tiba-tiba mereka tidak mengamalkannya laksna keledai yang membawa kitab (Q.S Al-Jumu’ah : 5)

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wassalam juga telah menerangkan keberadaan dan makar mereka melalui hadts-haditsnya. begitu juga para Ulama Salfus-Shaleh dan Khalaf telah menulis dalam karya-krya mereka mengenai bahaya dan fitnah yang ditimbulkan oleh para Ulama Suu’. Mereka menukar dan menjual ilmu agama yang mereka miliki untuk mencapai tujuan materi dan kepopuleran serta jabtana yang diinginkan. Mereka berlomba-lomba mengejara kedudukan dan kekuasaan di pemerintahan. Mereka juga menjadai orang-orang yang fasik pandai merekayasa serta memutuskan suatu masalah dengan hukum yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-hadits sehingga menyesatkan para pengikutnya. Subhanallah, Laa Haula Wal quwata illa Billah. Inilah fakta yang etrjadi dalam masyarakat muslim saat ini. bagi kaum Guroba’, mereka (para Ulama Suu’) adalah tantangan yang paling berat dalam menyebarkan dakwah Al-islamiyyah beradsarkan keridloan Allah dan Rasulullah Shallahu “Alaihi Wassalam. Semoga Allah Ta’ala memesaukkan kita termasuk hamba-hambanya yang ghoraba’ yang jumla mereka minoritas dan bagian dari penduduk surga kelak di akhirat sebagaimana telah tersirat dalam redaksi Al-Qur’an yang berbunyi :

“Artinya: Dan Sedikit sekali ( penduduk surga) dari orang- orang akhir (Q.S : Al-Waqi’ah :14).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: