Apa makna dan nilai Ukhuwah Al-Islamiyyah dalam masyarakat materialistik global

Definisi Ukhuwah Al-Islamiyyah ialah persatuan dan persaudaraan dalam agama Islam. Ukhuwah Al-islamiyyah adalah salah satu bentuk perintah Allah Ta’ala kepada ummat muslimin dalam menjalin silaturrahmi yang lebih kompleks atau luas jangkauannya. Ukhuwah Al-Islamiyyah terlahir dari gabungan dari beberapa bentuk silaturrahmi. Silaturrahmi adalah menyambung tali kekerabatn antarkeluarga muslim dengan anggota keluarga.dalam redaksi Al-Qur’an tersurat :

“Dan berpegangteguhlah kalian semua kepada tali Allah dan janganlah kalian berpecahbelah”. (Q.S Ali Imron: )

Ukhuwah Al-Islamiyyah adalah bagina penting dalam membangun kekautan islam dalam mempertahankan diri dari serangan orang-orang kafir dan kaum munafik. Ukhuwah Al-Islamiyyah tumbuh dari rasa Mahabbah dan keimanan yang tinggi kepada Alloh  Ta’ala dan Rasulullah Shallahu “Alaihi Wassalam. Kedua kekuatan tersebut melahirkan energi cinta dan kasih sayang kepada sesama muslim berdasarkan keridloan Allah atau persaudaraan karena Allah (Ukhuwah Fillah).Redaksi Al-qur’am telah menyatakan secra eksplisit bahwa sesungguhnya setiap muslim bersaudara dengan muslim yang lain. Akan tetapi, di era globalisasi dimana budaya budaya dari oarang-orang barat yang memiliki ideologi-ideologi yang mengajarkan doktrin dan paham yang mbertolakbelakang dengan ideologi ukhuwah al-islamiyyah , seperti : Induvialisme, meterialisme, apatisme, kapitalisme dan lain sebagainya telah menggerogati dan mengobark-abrik  tatanan masyarakat muslim yang dulunya terkenal sebagai masyarakat muslim madani dan memiliki ikatan batin yang sangat kuat dan teguh.Padahal, Ukhuwah Al-Islamiyyah merupakan motor kekuatan dan motivator dalam membangkitkan dan menyeramakkan nilai-nilai keislaman . Ukhuwah Al-Islamiyyah harus berbenturan keras  dengan ideologi -ideologi yang bertolak belakang dengannya sehingga makna ideologi ini mulai rapuh dan melemah.Dalam masyarakat materialistik, makna dan nilai ukhuwah al-islamiyyah hanyalah persatuan dan persaudaraan yang hampa tanpa mempunyai nilai dan arti mendalam. Dalam pandangan mereka, ideologi ini hanyalah dijadikan sebagai faithfull of ceremonial (upacara keagamaan), perkumpulan tubuh-tubuh manusia , yang secara fisik mereka berkumpul, namun jiwa-jiwa mereka terpecah belah dan penuh rasa kebencian dan permusuhan antarsesama.Fenomena dan fakta yang terjadi adalah mereka membalut ukhuwah al-islamiyyah demi tujuan pencapaian materi dan finansial belaka, bukan untuk mencapai keridloan Allah dan rasul-Nya. Kaum muslimin yang benar-benar memiliki nilai-nilai ukhuwah al-islamiyyah yang didasarkan karena Allah dan Rasul-Nya .Mereka termasuk kelompok minoritas dari jumlah keseluruhan ummat islam di dunia. Mereka adalah  waqolilun minal-akhirin (Q.S Al-Waqi’ah ayat 14), mereka termasuk kaum ghuraba’ yang mulai terpojok dan dalam keadaan terpaksa  beradaptasi dalam aturan-aturan kehidupan masyarakat materialistik dalam era globalisasi saat ini. Di berbagai belahan dunia Islam, kekuatan kapitalisme dan materialisme mulai merasuki jiwa-jiwa kaum muslimin dan menjadi gaya dan sistem hidup (style and system life) dalam setiap bidang kehidupan mereka. Paham-paham ini telah memecah belah barisan-barisan kaum muslimin. Akankah ukhuwah al-islamiyyah yang benar-benar karena Allah dan Rasul-Nya tumbuh dan berkembang kembali dalam jiwa-jiwa setiap saudar kami seagama dan seiman sehingga menyatukan barisan-barisan muslimin menjadi sebuah kekuatan besar yang kokoh dan tangguh?. Kemungkinan pertanyaan ini hanyalah sebauh harapan (tarajji) ataukah lamunan (tamanni) yang timbul dari benak sanubari terdalam setiap orang muslim yang mana menginginkan dan memimpikan sebauh persatuan. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha mengetahui segala yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: