Antara Terorisme dan Jihad 1

Definisi Jihad secara lughah (bahasa) ialah melakukan aktivitas secara bersungguh-sungguh.Sedangkan secara istilah , Jihad Fi Sabilillah adalah berperang atau melawan orang-orang kafir demi menegakkan kalimat Allah di bumi atau mempertahankan diri dari serangan orang-orang kafir secara semaksimal mungkin.Mengenai perintah jihad telah diterangkan secara jelas dan tersurat dalam redaksi Al-Qur’an dan Al-Hadits An-Nabawi yaitu : Surat Al-Hajj ayat 39-40 adalah perintah yang pertama kali diturunkan ketiak Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam sudah berhijarh ke Madinah. Redaksi surat ini memerintahkan untuk berperang melawan orang-orang musyrik quraish yang telah merampas harta dan mengusir kaum muslimin dari kampung halaman mereka, Mekkah. Begitu juga diterangkan dalam surat Al-baqarah ayat 190-193 dan surat At-Taubah serta sebagina surat-surat yang lain menerangkan perintah jihad fi sabilillah melawan orang-orang musyrik dan kafir yang berusaha memerangi orang-orang muslim dan menghalangi perjuangan dakwah mereka, pahala dan kedudukan yang diperoleh oleh para muhajidin serta jaminan masuk surga dan gelar mati syahid. Hukum jihad fi sabilillah dalam agama Islam adalah wajib kifayah bagi orang-orang muslim yang laki-laki, sudah baligh, berstatus merdeka, memiliki akal 9pikiran) yanmg normal dan sehat serta mampu berperang (memiliki skill dalam bertempur) dan wajib ‘Ain bagi penduduk muslim yang sedang diagresi (diserang) oleh oarng-orang kafir untuk melaksanakan tindakan defensif (pertahanan diri) demi keselamatan diri, harta benda dan tanah air mereka. Dalam jihad fi sabilillah tidak dioerbolehkan untuk membunuh kaum wanita, anak-anak, orang-orang yang sudah tua 9jompo), para budak, tidak merusak tanaman dan bangunan serta tidak menghancurkan temapt-tempat peribadatan orang-orang nonmuslim. Seseorang yang berperang di jalan Allah (Al-Mujahidin) boleh mengambil harta rmapasan (ghanimah) dari pihak oranmg-orang kafir yang kalah dalam peperangan. Harta rampasan tersebut dibagi menjadi 5 bagian, 4/5 bagian diberikan kepada para Mujahidin, dengan rincian 3/5 bagian diberikan kepada pasukan kavaleri dan 1/5 bagian diberikan kepada pasukan infantri. Sedangkan bagian sisa yaiotu : 1/5 dibagi menjadi lima bagian dengan rincian : bagian pertama, diberikan untuk kemashlatan ummat( para janda, orang jompo, pembangunan masjid dan penjara), bagian kedua diberikan kepada dzawil-Qurba (bani Hasyim dan bani Muthalib), bagian ketiga diberikan kepada fakir-miskin ,bagian keempat diberikan kepada anak-anak yatim-piatu dan bagin kelima diberikan kepada Ibnu Sabil (anak-anak terlantar dan gelandangan). Sedangkan terorisme yang dalam bahasa Arab disebut Al-Irhab ialah tindakan kekerasan dengan membunuh warga sipil berdasarkan pembenaran agama atau ideologi atau politik menggunakan segala cara atau menghalalkan semua jalan tanpa berpikir  yang jernih alias dengan gegabah.Al-Irhab (Terorisme) menurut Najih Ibrahim , mantan ketua Jama’ah Al-Islamiyyah mengatakan bahwa Al-Irhab (tindakan teror) terbagi ke dalam 2 (dua) bagian, yaitu : 1.Al-Irhab Hissi (tindakan kekerasan secar fisik. seperti : pemboman tempat-tempat umum dan pusat pemerintahan. 2 Al-Irhab Fikri ialah tindakan kekerasan dalam bentuk doktrin atau pemikiran yang radikal  dan ekstrim seperti : Ekstrimisme  (paham yang mengajarkan sikap kekerasan dalam mencapai  sebuah tujuan yang ingin dicapai atau diperoleh dengan segala cara).Terorisme merugikan banyak pihak di belahan dunia secara fisik, mental maupun materi. Terorisme tidak sama dengan Jihad. Perbedaannya seperti langit dan bumi. Jihad Fi sabilillah mengantarkan pelakunya menjadi orang-orang yang mati syahid 9syuhada’) jika didasarkan dengan niat karena Allah (ikhlas), jika tidak, maka dia tidak akan mendapatkan pahala 9berupa masuk surga), tapi sebaliknya, masuk neraka. Dalam jihad tidak diperbolehkan melakukan bunuh diri, sebab bunuh diri termasuk salah satu dosa besar yang menjerumuskan diri ke dalam jurang nereka . Sedangkan terorisme mengantarkan pelakunya menjadi oarang-orang yang mati konyol sia-sia) dan mendapatkan siksaan (adzab) berupa neraka, jika dia tidak melaksanakan taubat nasuha dengan menyesali dosa-dosa yang dia perbuat. Terorisme terlahir dari sikap ekstrim, kesombongan dan arogansi serta sikap ghuluw (keterlaluan) dalam menilai sesuatu didukung dengan pandangan yang picik (sempit) serta sikap fanatik yang membabibuta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: